Adopsi Teknologi Digital, UMKM Ternate Yakin Bisa Ekspor Produk

- 12 September 2022, 17:00 WIB
Para peserta Workshop Digitalisasi UMKM dalam Rangka Peningkatan Akses Pemasaran, di Kota Ternate (9/9). (Aptika Kominfo)
Para peserta Workshop Digitalisasi UMKM dalam Rangka Peningkatan Akses Pemasaran, di Kota Ternate (9/9). (Aptika Kominfo) /

SUARA TERNATE - Pelaku UMKM di Kota Ternate optimistis program Adopsi Teknologi Digital UMKM dari Kementerian Kominfo bisa memasarkan produknya lebih luas. Dengan memanfaatkan teknologi digital dalam berusaha, UMKM akan memperoleh banyak keuntungan.

“Selama ini kami hanya menjual produk kami seputaran Kota Ternate dan Pulau Maluku saja. Dengan mengadopsi teknologi digital, kami optimis bisa ekspor produk kami ke luar pulau bahkan ke luar Indonesia,” ujar Jazila Akbar, dari UMKM Faljah.

Jazila merupakan salah satu peserta Workshop Digitalisasi UMKM dalam Rangka Peningkatan Akses Pemasaran, di Kota Ternate, Jumat (9/9/2022). UMKM Faljah menjual keripik pisang mulu bebe dan halua kenari.

Jazila mengungkapkan manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti program adopsi teknologi digital UMKM.

“Kita diajarkan bagaimana memasarkan produk di media sosial dan marketplace, mencatat keuangan secara otomatis di platform digital hingga pembayaran secara digital,” katanya.

Baca Juga: Bukan dari Indonesia, Asal Usul dan Filosofi Desain Mangkok Ayam Jago yang Nongol di Google Doodle

Senada dengan Jazila, Ketua Tim Adopsi Teknologi Digital UMKM Kemkominfo, Puti Adella mengatakan Kota Ternate terkenal dengan julukan kota rempah sehingga banyak produk UMKM berasal dari rempah-rempah, seperti pala, kenari, dan sejumlah produk lainnya.

“Teknologi digital menjadi kesempatan emas untuk bisa memasarkan dan mengenalkan produk rempah ini ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. UMKM bisa menjadi jalan untuk mengenalkan wisata rempah,” kata Puti dikutip dari laman Aptika Kominfo.

Program yang dilakukan Kementerian Kominfo, lanjut dia, bertujuan meningkatkan akses pemasaran bagi pelaku UMKM, meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis, meningkatkan daya saing dan inovasi serta meningkatkan tingkat pendapatan bagi pelaku UMKM.

“Program kami ini melibatkan beberapa stakeholder termasuk platform digital, media sosial, e-commerce, PO sistem, PRP sistem, fintech, dan teknologi 4.0. Kami juga melibatkan 165 fasilitator dari 13 kawasan yang terdiri dari destinasi pariwisata prioritas dan major project,” jelas Puti.

Dia menjelaskan di Kota Ternate terdapat sembilan orang fasilitator yang selalu siap membina 200 pelaku UMKM dalam memanfaatkan adopsi teknologi digital pada usaha mereka. Bentuk pendampingan disesuaikan dengan level adopsi teknologi digital UMKM, yaitu beginner, observer, adopter, dan leader.

Fasilitator melakukan pendampingan online bersama 21 platform digital, sedangkan offline atau tatap muka dilakukan dengan metode door to door kepada para pelaku UMKM binaan.

Dia berharap melalui program dengan dibantu fasilitator yang merupakan local hero Kota Ternate dapat meningkatkan akses pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, serta pendapatan UMKM di Kota Ternate.

“Besar harapan kami UMKM di Kota Ternate dapat menjadi UMKM yang go online dan go digital. Ayo kita dukung UMKM naik kelas dari sisi teknologi digital,” pungkas Puti.***

Editor: Ahmad Zamzami


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah